Bisnis

Mengenal Pengertian Purchase Order Lebih Jauh

mengenal purchase order

Mungkin Anda pernah mendengar kata PO atau open PO. Lucunya banyak orang yang tidak begitu mengetahui arti dari apa sebenarnya itu PO. Saat ditanya, kebanyakan dari mereka hanya tahu PO adalah salah satu fasilitas yang disediakan toko atau online shop untuk mengadakan barang apabila hanya di pesan aja.

PO merupakan singkatan dari purchase order yang bisa diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi pesanan pembelian. Ada manfaat yang diberikan saat Anda menggunakan sistem purchase order pada bisnis Anda. Namun ada pula ketentuan untuk melakukan proses PO ini  baik dari sisi bisnis yang melakukannya maupun dari sisi pelanggan. Jadi, untuk mengenal purchase order lebih jauh kali ini tak hanya definisinya saja yang akan Anda temui.

Informasi dalam Purchase Order

Berbeda dengan invoice, dalam dokumen PO barang berasal dari pelanggan kemudian direalisasikan atau diadakan oleh pebisnis.  Tak sembarang dokumen atau informasi yang seharusnya diberikan pelanggan yang ingin purchase order pada perusahaan. Pelanggan harus menyertakan informasi sebagai berikut.

1. Identitas

Pelanggan yang memesan barang harus menyertakan identitas.  Identitas ini biasanya hanya berupa nama saja. Karena hal ini akan dibutuhkan untuk pengiriman nanti dan sedikit menjadi formalitas.

2. Nomor Telepon

Wajib dicantumkan, karena mungkin saja sewaktu-waktu pebisnis ingin memberi informasi barang yang di PO kan. Bisa saja berupa ketersediaan, adanya kendala, dan informasi lainnya. Dengan nomor telepon pula berkomunikasi menjadi lebih mudah.

3. Alamat

Pelanggan harus menyertakan alamat untuk urusan kirim barang. Barang yang dipesan melalui purchase order sebenarnya bisa diambil di ruang usaha pebisnis namun juga bisa langsung dikirim ke alamat pelanggan. Jika dikehendaki pengiriman, maka pelanggan wajib memberikan alamat yang selengkap mungkin, kode pos, nama penerima, dan nomor telepon sekaligus.

4. Ekspedisi

Pelanggan bisa memilih ekspedisi apa yang diinginkannya untuk mengirim barang purchase order. Karena sekarang ini ada cukup banyak ekspedisi yang berdiri dan masing-masing memberikan kenyaman yang berbeda.

Mungkin saja pelanggan sudah cocok dengan salah satunya. Sehingga harus menyertakan informasi ekspedisi apa yang diinginkannya.

5.  Keterangan Barang

Barang apa yang dipesan oleh pelanggan dan karakteristiknya wajib ada untuk menghindari retur. Padahal, retur sendiri tak selalu dikehendaki oleh setiap perusahaan atau bisnis. Karakteristik barang ini bisa mencakup ukuran, warna, jenis, model, dan lain-lain.

 Bukan hanya apa yang harus disiapkan oleh pelanggan saja. Bisnis atau usaha yang menyediakan fasilitas purchase order juga harus bisa menyiapkan segala hal yang menyempurnakan proses PO agar pasokan barang berjalan lancar dan tidak terjadi pengembalian barang dari pelanggan.

Salah satu solusinya adalah memilih supplier atau pemasok yang benar-benar kredibel dan hanya menyediakan barang-barang berkualitas saja untuk memenuhi PO pelanggan. Data dengan jumlah barang harus dicocokkan sesuai permintaan pelanggan, agar tidak terjadi penolakan pesanan.

Ini juga berlaku saat sebuah usaha menerima purchase order dari pelanggan. Informasi tersebut harus benar-benar diterima oleh supplier supaya supplier tidak melakukan kesalahan dalam mengirimkan barang.

Jika Anda kesulitan untuk melakukan pembukuan manual, Anda bisa menggunakan Accurate 5. Accurate 5 adalah software akuntansi yang cocok untuk berbagai jenis bisnis, mulai usaha dagang sampai jasa, UKM sampai pabrik manufaktur.

 

Related posts

Tips Membuka Toko Kelontong Yang Sukses

arif

Inilah Tips Melakukan Investasi, Sekalipun Memiliki Modal Yang Kecil

arif

Tips Memulai Usaha Modal Kecil Berjangka Panjang

arif

Leave a Comment